NAMA PEKERJAAN : Melakukan “ Pertolongan Persalinan Sungsang Spontan ( Spontaneous Bracht )
UNIT : ASUHAN KEBIDANAN PATOLOGIS

1. Wiknjosastro, Hanifa, 2000, Ilmu Bedah Kebidanan, Edisi Pertama, Cetakan kelima, Jakarta, YBPSP, Bab 12, halaman 105 – 107
2. Wiknosastro, Hanifa. 1999, Ilmu Kebidanan, Edisi Ketiga, Jakarta, YBPSP, Bab 41, halaman 616-617.
3. Mochtar Rustam, 1998, Obstetri Patologi , Jakarta, YBPSP, Bab 45, halaman 142-143.
4. Manuaba Ida Bagus Gede, 1998, Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan Dan Keluarga Berencana, Jakarta, EGC, Bab 11, halaman 362.

Mahasiswa mampu melakukan tindakan Pertolongan Persalinan Sungsang
Spontan ( Spontaneous Bracht ) secara tepat diakhir pembelajaran.

1. Tindakan Pertolongan Persalinan Sungsang Spontan ( Spontaneous
Bracht ) dilakukan oleh mahasiswa secara kelompok kemudian diulang
secara individu.
2. Baca dan pelajari lembar kerja yang tersedia
3. Ikutilah petunjuk instruktur
4. Tanyakan pada instruktur bila terdapat hal-hal yang kurang dimengerti

Persalinan letak sungsang mengandung resiko kematian janin yang lebih besar daripada presentasi kepala. Di RS Karjadi semarang, RSU Dr. Pringadi Medan, dan RSHS Bandung masing-masing 38,58 %, 29,4 % dan 16,84 %. Eastman melaporkan angka kematian perinatal antara 12-14 %. Sebab kematian terpenting adalah prematuritas, penanganan persalinan kurang sempurna dengan akibat hipoxia/ perdarahan di dalam tengkorak.

Salah satu pertolongan persalinan sungsang adalah pertolongan dengan tenaga ibu sendiri yang di sebut pertolongan secara Bracht. Pada pertolongan secara bracht setelah bokong anak lahir, bokong diangkat ke atas searah dengan punggung anak supaya badan searah dengan searah dengan paksi jalan lahir dan tidak dilakukan tarikan.

Penolong bersikap konservatif sampai pusat lahir, setelah tali pusat lahir tali pusat dilonggarkan kemudian dilakukan hiperlordosis yaitu punggung janin diletakkan janin didekatkan ke perut ibu dan anak lahir maksimal 8 menit setelah pusat lahir.

1. PERALATAN
Bed Gynekologi : 1 buah
Sarung tangan : 1 pasang
Celemek : 1 buah
Sepatu Both : 1 buah
Masker : 1 buah
Kaca mata : 1 buah

2. BAHAN
Phanthoom ibu hamil
Janin

1. Pusatkan perhatian pada pekerjaan serta keselamatan ibu dan bayi
2. Letakan peralatan pada tempat yang terjangkau
3. Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya
4. Perhatikan keadaan umum ibu dan janin

Persiapan :
A. Persiapan Ibu dan janin
1. Pastikan pembukaan telah lengkap dan bokong telah tampak divulva
2. Pastikan kontraksi uterus baik yaitu 3 x 10 menit lamanya lebih dari 40 detik dan ibu mampu dan kuat dalam mengejan.
3. Pastikan janin dalam keadaan sehat yaitu dengan denyut jantung
antara 120X/menit – 160X/menit.
B. Persiapan Alat
Pastikan semua alaat yang diperlukan telah di persiapkan

C. Persiapan penolong
1. Pastikan bahwa penolong terampil dalam tindakan yang akan dilakukan.
2. Pastikan bahwa penolong telah siap melakukan tindakan.

D. PELAKSANAAN
1. Mempersiapan Alat dan Bahan
Alat-alat disiapkan dalam keadaan DTT dan diletakkan secara ergonomis.

2. Melakukan komunikasi dan minta keluarga untuk mendampingi.
Upayakan klien mendapatkan Support Keluarga

3. Menggunakan pakaian pelindung
Gunakan pakaian pelindung yang tidak tembus cairan

4. Mencuci tangan dan keringkan
Gunakan sabun antiseptik dan dibawah air mengalir, dan gunakan handuk pribadi untuk mengeringkan

5. Menggunakan sarung
tangan Steril/DTT
Hati-hati, pilih sarung tangan yang tidak bocor dan tidak robek.

6. Membaringkan ibu di atas bed gynekologi dan siapkan ibu dalam posisi litotomi.
Ajarkan kepada ibu mempertahankan posisi litotomi pada saat mengedan

7. Memimpin ibu mengedan, sampai dengan bokong lahir
Pimpin ibu mengedan saat ada his dan istirahat di luar his.

8. Setelah bokong lahir, mencengkram bokong secara Bracht

Posisinya yaitu kedua jari penolong sejajar sumbu panjang paha, sedangkan jari-jari lain memegang panggul

9. Mengendorkan Tali Pusat
Pada waktu tali pusat lahir dan tampak teregang, tali pusat dikendorkan lebih dahulu agar tidak terjadi kompresi tali pusat/tekanan pada tali pusat

10. Melakukan Hiperlordosis
Lakukan Hiperlordosis pada badan janin guna mengikuti gerakan rotasi anterior, yaitu punggung janin didekatkan ke perut ibu.

11. Meletakkan janin diatas perut Ibu
Beri alas berupa handuk untuk mencegah terjadinya hipotermi

Kriteria :
1. Setiap langkah pengerjaan dilakukan secara urut
2. Memperhatikan privacy pasien dalam setiap prosedur
3. Memperhatikan kenyamanan, dan keamanan pasien dalam setiap prosedur.

Prosedur :
Siswa melakukan praktek secara kelompok sebagai latihan kemudian setiap individu melakukan praktek melakukan pertolongan persalinan sungsang spontan ( Spontaneous Bracht ), dinilai oleh instruktur dengan menggunakan ceklis penilaian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s